Ketahui 5 Penanganan Pasca Sunat pada Anak-anak

Ketahui-5-Penanganan-Pasca-Sunat-pada-Anak-anak
Ketika anak laki-laki telah melakukan pelepasan kulup pada kepala penisnya, ternyata ada beberapa aktivitas yang tidak semestinya dilakukan. Aktivitas yang dimaksud berupa kegiatan berat seperti latihan beban, diving, jogging, atau kebut-kebutan sepeda motor. Hal tersebut disampaikan oleh dokter yang expert pada bidangnya saat sunat massal di Jogja . Karena aktivitas berat itu akan berpengaruh buruk terhadap luka yang belum kering pada kepala penis laki-laki.

Penanganan setelah Sunat

Setelah proses sunat selesai dilaksanakan, ada beberapa penanganan yang perlu dilakukan oleh orang tua kepada anak laki-lakinya. Penanganan ini berfungsi menjaga kesehatan penis dari luka yang belum kering yang mungkin saja mengakibatkan infeksi. Maka dari itu, ada beberapa hal yang harus dan dianjurkan untuk diperhatikan kepada orang yang baru saja selesai dikhitan agar cepat sembuh. Apa sajakah itu, yuk simak uraiannya di bawah ini.
  1. Perhatikan Luka Penis setelah Sunat

Pada umumnya, penis yang telah disunat akan berwarna merah, memar, dan bengkak. Luka sunat pada bayi biasanya membutuhkan waktu 10 hari hingga benar-benar sembuh seperti sedia kala. Sedangkan luka pada anak-anak atau pria dewasa memerlukan waktu kurang lebih sebulan hingga luka itu benar-benar kering. Hal ini menunjukkan bahwa proses sunat sebaiknya dilakukan saat masih bayi agar proses penyembuhannya pun lebih cepat.
  1. Menggunakan Celana Longgar

Ada baiknya kalau anak yang baru saja disunat tidak mengenakan celana dalam karena dapat menghambat penyembuhan luka. Kalaupun mau menggunakan celana, sebaiknya pakailah celana yang sangat longgar. Atau alternatif lainnya gunakanlah sarung untuk memanfaatkan kelonggarannya. Selain itu, pakai petroleum jelly pada ujung penis setelah sunat untuk mencegahnya menempel pada celana atau sarung yang dikenakan.
  1. Rutin Kontrol ke Dokter

Untuk merawat luka pasca sunat sebaiknya kamu rutin kontrol ke dokter. Selain itu, kontrol ke dokter ini untuk memastikan kebersihan alat reproduksi terhindar dari infeksi. Untuk urusan mandi juga harus menunggu instruksi dari dokter.

Kalau sudah diperbolehkan, hindari mandi berendam karena akan mengakibatkan luka sulit kering. Memeriksakan alat reproduksi pasca sunat juga tentu sudah diberi jadwal tertentu. Jadwal ini akan diberikan ketikan proses sunat massal di Jogja selesai dilaksanakan.
  1. Mengkonsumsi Obat Pereda Rasa Sakit

Untuk menghilangkan rasa sakit yang diakibatkan proses sunat, bisa dihilangkan dengan mengkonsumsi obat pereda sakit. Namun, untuk anak-anak di bawah 16 tahun jangan diberikan obat paracetamol, aspirin, dan ibuprofen karena dosisnya belum sesuai. Paling tidak mengonsumsi antibiotik saja jika memang diperlukan. Obat pereda sakit setidaknya membantu kamu menghilangkan rasa ngilu karena luka akibat proses khitan.
  1. Tidak Dianjurkan Mengendarai Motor

Ketika anak-anak hampir sembuh dari luka pasca sunat, jangan dulu dibiarkan mengendarai motor atau sepeda. Biarkan anak-anak bermain aktivitas yang ringan-ringan dulu agar proses penyembuhan dapat segera selesai. Aktivitas yang terlalu berat akan membebani fisik anak, sehingga penyembuhan luka pun terhambat. Dalam hal ini peran orang tua sangat penting demi kesembuhan anak.

Demikianlah beberapa penanganan pasca sunat pada anak-anak. Semua penanganan sunat ini harus di bawah pengawasan orang tua agar dapat terkontrol dengan baik. Jadwal kontrol pasca sunat massal pun biasanya telah dijadwalkan oleh dokter demi menjaga kesehatan alat reproduksi anak. Orang tua harus siap sedia jika suatu saat ada hal-hal yang tidak diinginkan terjadi pada anak pasca khitan.

Post a Comment

0 Comments